Pilates pilihan tepat di bulan Ramadan
Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini salah satu jenis olahraga yang sedang populer di kalangan Gen Z adalah pilates. Olahraga ini banyak diminati, khususnya oleh perempuan, karena gerakannya yang cenderung lembut dan tidak terlalu menguras tenaga, mirip dengan yoga. Pilates lebih berfokus pada peregangan, penguatan otot inti, serta pengaturan pernapasan, sehingga tidak hanya bermanfaat bagi kebugaran fisik, tetapi juga membantu menenangkan pikiran layaknya meditasi. Melalui gerakan yang terkontrol, seseorang dapat lebih mengenal dan memahami tubuhnya sendiri.
Saat puasa, kita perlu menahan haus dan lapar selama lebih dari 12 jam. Karena alasan ini juga, beberapa orang menganggap bahwa berolahraga saat puasa akan berisiko menyebabkan terjadinya dehidrasi. Sebenarnya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah. Namun, jika olahraga saat puasa dilakukan dengan cara yang tepat, risiko dehidrasi bisa dihindari, kok.
Memasuki bulan suci Ramadan, menjaga kebugaran tubuh tetap menjadi hal yang penting meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam kurun waktu tertentu, sehingga jenis olahraga yang dipilih perlu disesuaikan dengan kondisi energi yang lebih terbatas. Di sinilah pilates dapat menjadi pilihan yang tepat. Dengan gerakan yang terkontrol, fokus pada pernapasan, serta intensitas yang relatif rendah hingga sedang, pilates membantu menjaga kekuatan otot, fleksibilitas, dan postur tubuh tanpa terlalu membebani fisik. Selain itu, unsur mindfulness dalam pilates juga selaras dengan suasana Ramadan yang identik dengan ketenangan, refleksi diri, dan pengendalian diri.
Namun, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti waktu pelaksanaan (misalnya menjelang berbuka atau setelah berbuka), durasi latihan, serta memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik saat sahur dan berbuka. Dengan pengaturan yang tepat, pilates tidak hanya aman dilakukan saat puasa, tetapi juga dapat membantu tubuh tetap bugar dan pikiran lebih rileks selama menjalani Ramadan.
Memasuki bulan suci Ramadan, banyak orang memanfaatkan waktu sore hari untuk ngabuburit atau menunggu azan Magrib sebagai penanda berbuka puasa. Biasanya, kegiatan ngabuburit identik dengan berjalan-jalan santai, berburu takjil, atau sekadar berkumpul bersama teman. Namun, menunggu waktu berbuka juga bisa diisi dengan aktivitas yang lebih produktif dan menyehatkan, salah satunya dengan melakukan pilates.
Pilates bisa menjadi alternatif ngabuburit yang bermanfaat karena gerakannya tidak terlalu menguras tenaga, tetapi tetap membantu menjaga kebugaran tubuh. Latihan dengan intensitas ringan hingga sedang menjelang Magrib dapat membantu melancarkan peredaran darah, meregangkan otot yang kaku setelah beraktivitas seharian, serta memberikan efek relaksasi melalui pengaturan nafas yang terkontrol.
Selain itu, melakukan pilates saat ngabuburit juga selaras dengan semangat puasa yang menekankan pengendalian diri dan kesadaran tubuh. Alih-alih hanya menunggu waktu berbuka dengan rasa lelah atau lapar yang terasa semakin berat, aktivitas ini justru dapat membuat tubuh lebih segar dan pikiran lebih tenang. Tentu saja, latihan perlu dilakukan dengan durasi yang tidak terlalu lama dan intensitas yang disesuaikan, sehingga ketika waktu berbuka tiba, tubuh tetap dalam kondisi yang nyaman dan siap menerima asupan energi kembali.
Admin Poskre
Leave a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *

